Tampilkan postingan dengan label ozy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ozy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Kamu yang Telah Kembali ^CERPEN CAIK^






Oik sedang duduk bermalas2an di ruang kerjanya ketika Cakka datang menemuinya.

"Oik, aku mau kita putus!!!" ujar Cakka tiba2. Oik kaget setengah mati dengan apa yang didengarnya barusan.

"maksud kamu kka...."

"mksd aku kita putus, kita sudahi hubungan kita sampe disini aja, aku udah capek.."

"ca.. Cakka aku ga ngerti maksud kamu apa??? Capek gmna???"

"kamu ngga bego kan, Ik??? Aku bilang kita putus.. Aku sm shilla bakal nikah 2 bulan lgi, dan aku mau kamu ngurus pernikahan aku.." ujar cakka sedikit membentak.

"kenapa mesti aku???" ujar Oik dengan suara yg terisak, bulir2 airmata sudah jatuh membasahi kedua pipinya.

"lho.. Itu kan udah tugas kamu sebagai wedding organizer.. Dan aku pengen pernikahan aku nnti meriah dan bikin org2 terkagum..." ujar Cakka. Oik masih menatap cakka dengan berlinang airmata, ia tak menyangka Cakka org yg sangat mencintainya dan memuja- mujanya dulu sudah memutuskannya dengan cara seperti ini, menikah dengan gadis lain dan memintanya untuk mengurusi segala urusan yg menyangkut pernikahannya.

"gimana??? Bisa ngga???"ujar Cakka seperti menantang Oik.

"kenapa kamu mutusin aku seperti ini?? Apa salah aku kka??? Apa ga bisa kita omongin baik2???" ujar Oik sambil terus menangis. Cakka menghela nafas.

"kamu ga punya salah hanya saja, aku bosan.. Dan aku memutuskan cari yg lain dan aku mendapatkan shilla..." ujar cakka sambil tersenyum.

"yaaa... Aku harap,Ik kamu bisa seperti aku lah... Cari kesenanganmu... Cari yg lain deh... Okey???" sedetik setelah ucapan cakka itu, Oik mulai merasakan kebencian yg amat mendalam kepada Cakka, ia merasa seperti direndahkan dan tidak dihargai sama sekali, ia juga merasa dicampakkan oleh cakka.

"okey.. Kalo itu mau kamu mulai sekarang kita ga ada hubungan apa2 lgi, anggap kita ga prnh kenal sebelumnya.. Dan tenang ajaa aku bakal bikin pesta pernikahan kamu nanti jadi pesta yg meriah sepanjang hidup kamu, kamu ga usah khawatir..." Ujar Oik sambil menatap Cakka dengan penuh kebencian, sementara Cakka hanya menganggukkan kepala.

"baiklah.. Anda bisa meninggalkan ruangan saya karena saya masih banyak urusan..." ujar Oik tanpa memandang Cakka sedikit pun. Cakka sedikit kaget dgn sikap Oik tapi, ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin.

"baiklah, kalau gtu saya permisi dulu..." ujar Cakka lalu melangkah keluar, setelah memastikan Cakka telah pergi, Oik pun mulai menangis lagi, kali ini lebih deras...


******



"Ik, gue udah denger kalo cakka mutusin elo dan bakalan nikah bentar lgi..." ujar Ify dengan nada prihatin.

"lo baik2 aja kan Ik...???" tanya Acha kemudian.

Ify dan Acha adalah partner kerja Oik di Tirta nirwana, -perusahaan wedding organizer- milik Oik yang sudah berdiri selama hampir 2 tahun. Ify bekerja sebagai pengurus tata rias dan Acha bertugas sebagai perancang busana pernikahan. Kali ini mereka cukup kaget denga berita Cakka yg memutuskan Oik, dan memilih menikah denga shilla, padahal mereka tau Cakka dan Oik sudah berpacaran sejak kelas 2 SMA, dan mereka tampaknya serasi.

"gue cuma mau bilang kalo gaunnya shilla udah jdi Ik..." ujar Acha. Oik diam seribu bahasa wajahnya tampak, lelah dan sedih.

"dan make up nya juga udah selesai di uji coba sm dia tdi, dan dia suka.." ujar Ify menambahkan.

"Fy.. Cha.. Bisa tinggalin gue kan??? Gua pengen sendiri..." ujar Oik dengan suara setengah serak.

"Tapi, Ik.. Kita ga mungkin ninggalin lo kayak gini.." ujar Ify.

"pliss.. Tinggalin gue.." mohon Oik.

"hhhh.... Okey, tpi, lo jgn lupa buat ke gedung ya jam 2 siang nanti.. Kita mau check setting pelaminan kata Alvin." ujar Ify lalu meninggalkan Oik sendiri di ruangannya.

"Cakka... Bentar lgi kamu nikah.. Tpi, kenapa aku belum bisa ngelepasin kamu.. Aku belum bisa nyari pengganti kamu...."

*****


sepasang pengantin melangkah dengan anggun menuju pelaminan, sang pengantin laki2 nampak gagah dengan jas putihnya seperti dikebanyakan cerita2 fantasi, dan sang pengantin wanitanya pun nampak mempesona dengan gaun putih yg bertaburan permata. Semua penonton nampak berdecak kagum dengan pernikahan kali ini, yups.. Nampaknya Oik menepati janjinya pada Cakka untuk membuat pesta pernikahannya meriah sehingga banyak org yg kagum akan pesta ini, banyak org memuji Oik sebagai wedding organizer yg berbakat dan kreatif. Oik hanya menanggapinya dengan senyuman.

"Ik, kalo lo ga sanggup lgi berdiri disini, gue bisa ganttin elo.." ujar Deva partner Oik, bagian dokumentasi, tugas Deva di perusahaan itu adalah sebagai fotografer merangkap asisten Oik.

"mksd lo apa sih Dev??? Gue sanggup kok, jgn kira gara2 pengantin yg berdiri di pelaminan sana mantan pacar gue, lantas lo mikir gue jdi drop dan ninggalin nih acara..."

"nah.. Itu lo tau..."

"yee.. Gue ga kyk gtu Dev.. Gue ga mau nyampurin urusan pribadi sm pekerjaan, lgi pesta ini tanggung jawab gue kali..." ujar Oik sambil memaksakan senyumnya.

"Tapi, Ik...."

"udah gue ga akan mati hanya gara2 hal ini.. Udah sana temuin bentar gih si Ozy, itu tamu undangan di meja dekat pelaminan sebelah kiri belum dapet konsumsi.."

"iyaaa...." jawab Deva dan segera pergi menemui Ozy di belakang gedung.

"Cakka... Kenapa bukan aku yg mendampingimu di sana.." ujar Oik dengan sedih.

Malam harinya di parkiran gedung.....


"Ik... Tunggu..." ujar seseorang, Oik sangat familiar dengan suara itu.. Suara yg sangat ia rindukan 2 bulan ini.

"Cakka??? Ada apa???" ujar Oik sedingin mungkin.

"thanks udah bikin pernikahan yg meriah bgt..." ujar cakka.

"Ouh.. Sama2" ujar Oik, ia pun langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan Cakka.


******



Sejak pertemuan di lapangan parkir waktu itu Oik tidak pernah lgi bertemu dengan Cakka hampir setahun ini, jujur ia sangat merindukan cakka... Namun, akhir2 ini orderan pesta pernikahan yg datang bertubi- tubi membuat Oik, sedikit melupakan Cakka.

"ik, ntar malem makan malem diluar yokk... Kangen nih jalan rame2" ujar Ozy, diikuti anggukkan dr Ify, Rio, Acha, sivia, alvin dan Deva.

"tumben... ada acara apa nih???"

"gue sama Acha baru jdian jdi gue mau nraktir lo sama yg laen..." ujar Ozy sumringah.

"Ohya??? Congrats yaa... Oke deh jam brapa??"

"jam 7 di kafe pelangi..."

"siiipp....."

malam harinya....

"buat acha sm Ozy, congrats buat jdiannya kalian berdua.. Makasih jga buat PJ nya gue hampir kekenyangan nih..." ujar Ify.

"iya, moga2 kalian langgeng ya dan bisa menuju ke jenjang pernikahan.." ujar Sivia. Mendengarnya Oik langsung ciut dan teringat kembali kepada Cakka.

"mmm... Gue ke toilet dulu yaa..." ujar Oik.

"lo sih vi.. Gue yakin Oik pasti keinget lgi sm Cakka.." ujar Ify.

"aduuhh... Sori deh, gue ga sengaja kali..." ujar Via khawatir.

------------------

Oik memutuskan untuk pulang terlebih dahulu tanpa pamitan kepada Ozy dan yg lainnya. Melihat kemesraan Ozy dan Acha, membuatnya semakin teringat kepada Cakka. Laki2 yg setahun ini tidak pernah lgi menampakkan wajahnya. Ketika ia buru2 menuju ke parkiran tiba2 sesuatu yg keras menghantamnya.

"Cakkaaa..."

"Oik...."

keduanya tak menyangka akan bertemu lgi setelah pernikahan itu, Cakka nampaknya belum berubah masih tampan dan mempesona di mata Oik, ia seakan kembali ke masa lalunya ketika bersama cakka.

"apa kabar??" ujar Cakka memecahkan kebisuan diantara mereka berdua.

"baik... Kamu sendiri???" tanya Oik

"baik juga..."

"kamu ngapain kesini sendirian malem2???" tanya cakka, ada nada kecemasan dalam suara cakka. Oik yg tidak ingin hanyut dalam perasaannya mencoba untuk bersikap dingin kepada cakka, dan berusaha utk membuang rasa rindunya pada laki2 yg ada dihadapannya skrg.

"bukan urusan kamu... " ujar Oik lalu segera menuju mobilnya, namun ia kalah cepat, cakka langsung menahan lengannya dan menariknya ke dalam pelukannya.

"tolong jgn seperti ini, Ik.. Aku kangen sm kamu..." Ujar Cakka sambil mengelus kepala Oik. Oik mendorong keras tubuh Cakka.

"kangen???? Sama aku??? Cihh... Omong kosong dgn semua itu.. Seenaknya aja kamu bilang kangen sma aku setelah kamu mutusin aku dan ngebuang aku setahun yg lalu..." ujar Oik dgn suara yg meninggi.

"aku ga pernah buang kamu, Ik..."

"udah dehh... Ga usah banyak ngomong, kamu ga berhak buat nanya2 hidup aku skrg..." ujar Oik sambil berlalu dr hadapan Cakka.

"Ik, aku nyesel prnh ninggalin kamu.. Aku nyesel.." ujar Cakka sambil menatap kepergian mobil Oik dr hadapannya.


*******


"lo ketemu cakka semalem???" ujar Ify kaget.

"iya... Dan dia meluk gue dia bilang kalo dia kangen sm gue.. Udah gila kan tuh anak..." ujar Oik kesal.

"kok gila??? Wajar kalo dia kangen elo... Kalian kan prnh pacaran sebelumnya."

"tpi, dia udah mutusin gue... Udah ninggalin gue tanpa kejelasan Fy, dan gue benci dia...." ujar Oik dgn tegas.

"Ik, gue yakin waktu itu cakka punya alasan mutusin lo dan menikah sama shilla..."

"tpi, dia ga bilang alasan itu..."

"coba lo maafin dia, gue yakin lo sebenarnya masih sayang sm dia..."

"ga akan..."ujar Oik lgi

"terserah lo Ik... Tpi, Gue punya feeling lo bakal balik lgi ke dia, dgn cara yg ga lo duga2 dan disaat itu juga lo bakal tau hatinya cakka gmna..." ujar Ify, lalu meninggalkan Oik yg terbengong- bengong dgn perkataan Ify.


******

malam harinya ketika Oik sedang sibuk berkutat dengan proposal pesta pernikahan seorg kawan SMA nya dulu, seseorg mengetuk pintu apartemennya..

Oik segera meninggalkan berkas2nya dan segera membukakan pintu. Betapa terkejutnya Oik, ketika ia melihat Cakka berdiri di hadapannya.

"malam Ik,..." sapa Cakka.

"mau apalgi kamu kesini??? ntar Istri kamu nyariin lagi..." ujar Oik dengan sinis

"Ik, aku mnta maaf.. Karna aku udah mutusin kamu waktu, itu... Aku nyesel Ik... Nyesel bgt.. Aku ga nyangka kalo shilla bakal tega khianatin aku..."

"mksd kamu apa sih???"

"shilla, kabur ninggalin aku dan menikah dgn laki2 lain..."

"trus.. Hubungannya sama aku apa??? Kamu pengen aku balik ke kamu??? Cakka... Cakka... Kamu pikir aku ini gadis bego yg bisa seenaknya kamu buang, terus kamu ambil lgi... Ngga kka... Kalo itu yg ada dipikiran kamu, kamu udah salah besar..." ujar Oik setengah membentak.

"apa kamu ga cinta lgi sama aku???"

Oik langsung tercekat, medengar perkataan Cakka, sejujurnya ia masih mencintai Cakka, dan msh mengaharapkan cakka, tpi, luka yg ditinggalkan Cakka membuat ia ragu pada perasaannya.

"ngga..." jawab Oik dgn tegas.

"kamu bohong... Kamu masih mencintai aku... Itu terlihat jelas dimata kamu..." ujar Cakka.

"kamu salah Cakka..."

"kita coba buktikan..." ujar Cakka, ia berjalan medekati Oik, berusaha masuk ke dalam apartemennya, dan langsung menutup pintu.

"kamu mau ngapain kka..."

Cakka tidak menjawab pertanyaan Oik, ia malah semakin mendesak Oik, sampai pada akhirnya Oik, terhimpit di tembok, Oik memandang Cakka dengan ketakutan.

"Oik.. Oik... Mulut kamu bisa bilang kalau kamu ga cinta lgi sama aku.. Tapi, mata kamu ga bisa bohong.. Cinta kamu ke aku masih besar sayang..."

"ka.. Kamu sa.." belum sempat Oik melanjutkan perkataannya, Cakka langsung mengunci mulut Oik dengan bibirnya, Oik kaget tpi, tidak berusaha untuk melepaskannya. Malahan antara sadar atau tidak sadar Oik membals ciuman Cakka dengan mengalungkan tangannya ke leher Cakka. Terhanyut oleh perasaan dan suasana Cakka membimbing Oik ke kamar terdekat di apartemen itu dan membaringkannya di tempat tidur.

"aku cinta sama kamu Ik, kamu juga kan??? Jawab yg jujur..." ujar Cakka dengan nafas yg memburu.

Oik diam sambil menatap Cakka. Dan ia pun menganggukkan kepalanya.

Cakka kemudian mecium kembali bibir tipis Oik, dan mencoba menyelami sisi terdalam dari diri Oik.




********

Oik berusaha mengangkat kepalanya ketika dirasakannya cahaya matahari menerpa wajahnya, namun, nampaknya Cakka belum ingin ditinggalkan oleh Oik, ia menahan kepala Oik dan mendekapnya lebih erat lagi.

"kamu ga boleh kemana- mana..." ujar Cakka masih dengan mata tertutup.

"udah pagi Kka... Kamu ga kerja apa???"

"kmrn aku udah ngambil cuti..."

"ck... Tapi, aku mau..."

"mau apa?? Mau kerja??? Ga boleh, aku ga mau kamu ninggalin aku..." ujar Cakka. Merasa tidak akan menang dalam perdebatanNya, Oik pun memutuskan untuk tetap diam dalam dekapan Cakka.




*******


semenjak kejadian itu, Cakka dan Oik kembali menjalin hubungan yg sudah lama putus diantara mereka berdua, dan akhirnya Oik, pun menyadari bahwa Ia sangat mencintai Cakka.

"Ik, lo sm Cakka balikan lgi yaa..???" tanya Ify.

"Iya.. " jawab Oik sambil tersenyum.

"gue turut bahagia deh.. Tpi, gmna ceritanya lo balikan sama Cakka..????" tanya Ify.

"mau tau aja lo..." tiba2 Oik merasa perutnya melilit dan mual2, ia segera menuju westafel dan berusaha mengeluarkan apa yg ada diperutnya.

"Lo kenapa Ik??? Lo sakit????" tanya Ify panik.

"ngga tau, kok gue mendadak mual gni..." ujar Oik sambil meremas perutnya.

Malam harinya, Cakka mengajak Oik ke sebuah taman kali ini ia berniat hendak melamar Oik.

"Ik, aku mau ngomong sesuatu sama kamu..." ujar Cakka dgn serius.

"ngomong apa????"

"hhh... Kamu mau menikah sama aku????" ujar Cakka dgn mantap. Oik terkejut dgn penuturan Cakka. Cakka melamarnya! Hal yg selama ini ia impi2kan.

"kamu serius???"

"iya... Dan aku janji ga akan ninggalin kamu lgi, izinin aku buat nebus kesalahan aku..."

"gimana dgn shilla...???"

"kami udah bercerai.. Kamu ga usah khawatir..." ujar Cakka sambil ter senyum. Oik pun membalas senyuman Cakka, lalu menganggukkan kepala sbg tanda ia menerima lamaran Cakka...

Tiba- tiba...

"hueekk... Hueeek..." Oik merasakan mual itu kembali perutnya semakin melilit.

"kamu kenapa, Ik????"

"ga tau Cakka... Belakangan ini, aku sering mual, terus pusing..." keluh Oik.

Cakka yg mendengar hal itu malah tersenyum lebar.

"kalo gtu berarti kamu hamil Ik..."

"hahhh???? Hamil...?????" ujar Oik kaget.
















The_end

Selasa, 20 Desember 2011

Chocolate Love Cake ^CERPEN CAIK^

Hay..hay..
Kembali bertemu dengan cerpen baru saya...
Jangan pernah bosan untuk baca cerita ku yaaa...


C

H

E

C

K


T

H

I

S


O

U

T

--------------------------

pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta ga??? Rasanya kayak gimana sih??? Seneng??? Bahagia??? Gila??? Maniss??? Pokoknya kagak bisa dibilangin kali yakkk??? :)
itulah yang sekarang gue alamin, kenalin gue OIK CAHYA RAMADLANI, gue hanya seorang remaja berusia 16 tahun yg lagi ngerasain namanya JATUH CINTA, dan itu terjadi sejak pertemuan gue dengan Cakka dan chocolate love cake nya...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

"Ik, lo mau ikut kita ga???" ajak Acha sahabat gue.

"kemana???"

"tante gue baru buka kafe baru.. Gue sm Ozy mau mampir kesana.. Lo ikut kagak???" tanya Acha sekali lagi.

"kafe apaan??? Kalo isinya makanan yang sama aja kayak di kafe2 lain gue kagak ikut..." ujar gue, emang gue agak kesel sama yang namanya kafe. Bayangin aja yaa, semua kafe di sekitar gue menunya hampir samaaaa semua bosen gue jadinya.

"engga, kafe punya tante gue ini unik tauu, kalo ga salah namanya 'chocolate love kafe'.." ujar Acha dengan semangat. Haah?? Chocolate love kafe??? Hahahaha itu tante si acha buka kafe atau biro jodoh??? Pake love love segala, asli aja gue langsung ketawa begitu si Acha ngebilangin nama kafe punya tantenya itu.

"lho, kok ketawa sihh Ik,.. Kan unik namanya, jarang2 ada kafe kayak gitu kan???"

"iya..iya...gue tauu,tapi setidaknya kan masih ada nama yang laen selain tuh namaa..." ujar gue yang masih tetap ketawa.

"udah2,, jangan ngejek deh Ik, lo ikut ato ngga???" akhirnya si Ozy angkat bicara juga, biasa ngebelain sang pacar,, hehehehe

"iya..iya,, gue ikut.. Gue penasaran gimana sih kafe tante lo itu.." ujar gue,

akhirnya kita bertiga pun segera melesat ke kafe tantenya si Acha,ga nyampe 30 menit kita udah nyampe tapi gila si Ozy nyetir tuh kagak pake jantung kali yaakk??? Kagak ada takutnya kalo2 jantungnya tuh bakal copot.. Nyetir dengan kecepatan diatas 140 apa ga jantungan orang??? Apalagi penumpang yang dia bawa itukan cewe... Uurgh, kalo ga gara2 pacarnya itu sahabat gue, pasti udah gue gimbal..

"Acha... Kamu jadi mampir juga sayang???" sapa tantenya Acha begitu ngeliat kita masuk ke kafenya itu, emang sih kafenya unik. Ornamen coklatnya itu kental bgt, mulai dari warna dindingnya, kursi mejanya, pokoknya semua coklat.

"iya dong tan.. Masa aku bo'ong,,oh iya tan, kenalin ini Ozy pacar aku dan ini Oik sahabat aku" ujar Acha memperkenalkan gue dan Ozy ke tantenya.

"Ozy.."

"Ida.."

"Oik.."

"Ida.."

setelah itu, tante Ida ngajak kita terlebih dahulu keliling kafe, jujur aja gue salut bgt sama tante Ida dia ngerti banget gimana ngedesain tempat supaya menarik. Sampailah pada bagian akhir, tante Ida bakal ngenalin menu andalan dari kafe ini kalo ga salah namanya...

"chocolate love cake..." ujar tante Ida dengan bangganya.

"what???? Chocolate love cake???" ujar gue dengan volume suara yang ga bisa dibilang pelan.

"yupz, itu menu andalan tau, kalian bakal rasain empuk cakenya, manisnya krim dan coklatnyaa.. Yummy pokoknya menggoda..." ujar tante Ida mendeskripsikan menu andalannya.

"bentuknya gimana tan???" tanya Ozy yang kayaknya antusias banget sama menu andalannya si tante.

"bentuknya hati donk.. Iyakan tan??" jawab Acha sambil menanyakan tantenya.

"tepat sekali!! Sebentar ya biar tante suruh cakenya dibawa..." akhirnya si tante pergi dari hadapan kita mau manggil salah satu pelayannya buat nganterin cakenya,

"waduh tante lo itu lagi jatuh cinta yakk??? Masa semuanya serba 'love' gitu???" tanya gue ke Acha, asli gue emank heran banget sama seleranya tante Ida, masa semua serba love dari yang gue perhatiin dari tadi yah,interiornya dihiasi sama bentuk2 hati gitu, tanaman hias di taman belakang kafe juga bentuknya hati, dan sekarang menunya juga bentuk hati, weleh..weleh.. Heran gue sm tantenya si Acha mah..

Akhirnya si pelayan yang ditunggu tunggu dateng juga dia ngebawain tiga piring cake, dan emang bener bentuknya hati, dengan rasa penasaran yang tinggi kita bertiga langsung mencicipi cake tersebut. Dan seketika itu juga kita ber3 hening sejenak.

"krimnya lembut euy..." komentar Ozy

"cake nya empuk..." ujar Acha menambahkan.

"Coklatnya manis banget..." tambah gue, asli gue naksir banget sama nih cake, enak banget tauu.. Gue sm acha jadi nambah satu piring lagi Ozy aja sampe 3 piring. Pantes aja tante Ida bilang ini menu andalannya. Emang asli TOP bgt nih menu.

"gimana enakkan???" tanya tante Ida.

Kita bertiga cuma ngangguk2 gaje gitu, masih terhipnotis sm cake tadi.

"siapa dulu dong yang bikin?? Cakka..."

"hah??Cakka tan???" ujar Acha. Cakka??? Cakka siapa sih??? Gue sama Ozy cuma liat2an aja.

"iya, Cakka anak tante, sepupu kamu..." ujar tante Ida, ya iyalah kalo si Cakka anaknya tante ya otomatis sepupunya Acha, si tante ada2 aja.

"dimana dia tan???" tanya acha.

"di dapur, ayo ikut tante.."

kita pun digiring(?) tante Ida ke dapur dan asli gue bengong ngeliat pemandangan di dapur itu.. Kalian tau apa??? Yupz, di dapur itu lagi ada cowo yang sibuk ngehias cake, aduh,,,, cool bgt tuh cowo, udah gitu senyumnya manis lagi bayangin dia ngehias tuh cake pake acara senyum2 sendiri, kayaknya dia sayang bgt sm tuh cake,gila udah gitu dia sabar bgt ngehiasnya! Coba kalo gue,, beuuhh jamin ga sampe 10 menit tuh cake udah nyangkot di tempat sampah.

"Cakka sayang... Nih sepupu kamu dateng.." ujar tante Ida.

Cakka pun menghentikan aktifitasnya menghias cake dan datang ke kita sambil ngelap tangannya, oh nooo... Dia makin ganteng aja kalo diliat dari dekat, badannya yang tinggi, hidungnya yang mancung, rambutnya lagi.. Aiiih.. Asli tahan napas gue ngeliatnya.. Apalagi ditambah dengan seragam juru masaknya itu.. So cool!!!

"Kak Cakka, cake buatan kakak enak banget tau... Resepnya dari mana sih???" tanya Acha ke cakka,hmm.. Acha manggil kak, berarti dia lebih tua dari kita otomatis gue juga harus manggil kakk.

"resepnya dari pengalaman, cinta dan hati" jawab Cakka sambil tersenyum, huaaaaa.... Kata2nya so sweet bgt ditambah lagi senyumnya!!! Oh My God, gue bisa pingsan lama2 kalo ngeliat dia terus.

"Ini temen2 kamu Cha???" tanya Cakka tiba2.

"Oh,iya kenalin ini Ozy pacar aku,dan ini Oik sahabat aku.." ujar Acha.

"Ciee, udah punya pacar nihh??" goda Cakka, Acha dan Ozy lansung salting gitu, lucu deh ngeliatnya, tiba2 Cakka.. Eh,,ralat Kak Cakka ngeliat gue, ya ampun.. Matanya itu lagi...

"Cakka..."

"Oik..."

"nama kamu unik.. Mungkin aku bisa jadiin nama kamu jadi salah satu nama menu di kafe ini.."ujar Cakka dengan tawa renyahnya. Gue hanya bisa tersipu malu.

"hmm.. Kayaknya mama jadi kacang goreng disini, ya udah mama ke depan sebentar ya kka, kalian ngomong2 aja dulu.." ujar tante Ida, emang betul lho, kita jadi ngelupain tante Ida, tapi, ga papalah tante Ida orangnya asyik kok ga gampang marah ataupun cemberut. Balik ke Cakka...

"kakak mulai kapan belajar bikin cake??" tanya Ozy.

"mmm... Setahun yang lalu deh kayaknya kebetulan ada kursus bikin kue secara singkat di singapura ya udah aku ikut aja.." jawab Kak Cakka sambil melanjutkan kembali pekerjaanya tadi menghias kue. Gue hanya bisa diam terpaku ngeliat dia ngehias cake, asli terhipnotis gue.

"kamu mau coba ngehias ini???" tanya kak Cakka tiba2, gue langsung gelagapan aduh,ngagetin aja deh kak Cakka.

"oh..hah???ngehias?? Ngga...ngga bisa...gue ga ngerti kayak begituan"

"ohh... Soalnya dari tadi kamu serius banget ngeliatinnya kalo kamu mau coba ga papa silahkan.." ujar kak cakka, ga lupa dengan senyum manisnya sebagai penutupnya.

Kita berempat pun akhirnya larut dalam pembicaraan yang cukup mengasyikkan menyangkut soal bikin cake.

.............................................................................................

Jam pun menunjukkan pukul 17.00 mampus udah sore,, mana kagak ada angkot lagi kerumah gue... Naik taksi mah gue ogah.. kemahalan tau.Si Acha sama si Ozy udah pergi duluan katanya mereka masih mau ke mall gitu dan tinggallah gue seorang diri di pinggir jalan nunggu angkot yang ga jelas bakal nongol ato kagak.
Tiba2 seseorang nepuk punggung gue dari belakang.

"belum pulang???" ujar orang tersebut yang ternyata adalah Kak Cakka, sekarang dia udah pake pakaian bebas ga kayak tadi,sekarang kak Cakka make kemeja kotak2 merah sama celana jins hitam dipaduin sama sepatu converse warna putih, makin keren aja siihhh...

"be..belum kak, masih nunggu angkot.." jawab gue dengan masih gelagapan.

"pulang bareng yokk," ajak kak Cakka.

"ga papa nih kak??? Ntar ada yang marah lagi.. " ujar gue basa basi, sbenernya sih gue mau2 aja, tpi gengsi donk kalo langsung nerima gitu aja??

"ngga... Kalo yang kamu maksud itu cewe... Aku ga punya cewe,,,udah ayoo....ntar kelamaan pulangnya.." ujar Kak Cakka, gue mengiyakan, tapi, tunggu.. Tadi kak Cakka bilang dia ga punya pacar!! Yessss..... Berarti gue punya kesempatan!! Gue senyum2 gaje gitu selama diperjalanan.

"oh,iya Ik..bisa minta nomor kamu???" tanya kak Cakka,gue langsung kaget tiba2 kak Cakka nanya gitu..

"buat apa kakk???"

"yaaa,buat sms'an lah.. Ga boleh ya?? Atau kamu takut cowo kamu marah???" tanya kak Cakka.

"ng..ngga kok kakk, ya udah deh boleh.."

kak cakka mengeluarkan BB nya dari kantong, dan gue langsung nyebutin nomor gue..

"oke deh ntar aku sms ya.."

Gue hanya tersenyum.dan akhirnya kita nyampe juga didepan rumah gue,gue langsung turun dari mobilnya.

"thanks ya kak.."

"iyooo... Sama2 aku pergi dulu yaa..." ujar kak Cakka.

Malam harinya......

Gue lagi asyik2 dengerin musik dari Ipod gue, tiba2 hape gue bergetar menandakan ada sms masuk.

From: 08786523xxxx

malem Ik,lgi ngapain???

-cakka-

wuihhhh... Kak cakka nge-sms gue aaaaa... Senangnya,gue langsung ngebales dengan cepat.

To: 08786523xxxx

mlem jga kakk,,lgi denger musik aja :)

gue ngebalesnya sambil senyum2 gaje.

Drrrttt...

From: 08786523xxxx

:) udah makan???

Gue senyum lagi,kali ini lebih lebar.

To: 08786523xxxx

belom kakk, lagi maless...

Drrrrt...

From: 08786523xxxx

kenapa??? Ntar sakit lho.. Ato mau dibawain chocolate love cake nihh??? :D

hahahahaha...
Kak Cakka unyu bgt sihh,,

To: 08786523xxxx

boleh... Tapi, gimna caranya???

Dan jadilah satu malam ini gue sms'an sm Kak Cakka..seru bgt tau gaa?? Gue aja sampe kagak bisa tidur gara2 inget sama semua smsnya.

S


K


I


I


P



"lo sms'an sama kak cakka semalem???" teriak Acha pas kita berdua lgi di kantin..

"iya, emank knapa???" tanya gue heran.

"Cakka tuh jarang banget sms'an sama cewe"

"Ohya??? Berarti gue trmasuk cewe yang beruntung dong yaak???" ucap gue kepedean..

"mungkin.. Lo yakin ga kalo cakka naksir elo???" ujar Acha tiba2, gue kaget dan alhasil bakso yang ada dimulut gue tiba2 kelempar keluar, si acha ada2 aja.

"ihh.. Oik jijik tau,,masa udah dimakan dikeluarin lagi" ujar acha sambil menatap miris(?) bakso yang kelempar tadi.

"sori,abis lo nanya yang ngga2"

"bisa aja kali Ik...gue yakin kalo misalnya lo jadian sm si cakka pasti lo dibikinin Chocolate love cake terus dehh..." ujar Acha ngelantur.

"ga mungkin,,Oh iya kak cakka umurnya berapa tahun sih?? Kok lo manggil kakak sama dia???"

"seumuran kita.. Cuma gue manggil kak gara2 dia itu dewasa, apalagi gue kan ga punya kakak dari kecil yaudah makanya gue panggil aja dia kakak,dan anehnya lo sama Ozy malah ikut2an manggil kakak.."ujar Acha.

Oooo...seumuran kita tohh...yaudah gue juga manggil dia nama aja cukup kali yee...

Teet...teeet...
Bel pun bunyi langsung aja kita menuju ke kelas masing2, gue sama Acha emang beda kelas,,gue kls XI IA 4 sedangkan Acha XI IS 1 sekelas sm ayangnya.


S


K


I


I


P


belakangan ini Cakka makin rajin aja nge-sms gue,bahkan dia udah mau nelpon gue sekali2 asli heran gue sama sikapnya si Cakka,, kalo gue cerita sama si Acha, dia selalu bilang 'mungkin aja kak cakka naksir elo' pasti gitu jawabannya,ga munafik sih gue emang ge'er pas dibilang kayak gitu,tapi gue ga mau hanya sebagai pungguk merindukan bulan aja.. Dan perasaan gue cuma bertepuk sebelah tangan, gue akui sejak pertama kali ketemu gue udah suka sama Cakka, tpi, gue ga tau apa cakka ngerasain perasaan yang sama???

"Chaa... Lo yakin ga kalo cakka suka sm gue???"

"gue yakin Ik,soalnya kak Cakka sering nanya2in lo ke gue.." ujar Acha,sekarang gue lagi on the phone gitu sama si Acha.

"Tp,gue ga yakin Cha..."

"Optimis donk Ik,kan udah ada buktinya, dia rajin nge-sms lo,rajin antar jemput lo.. Dia sering nanya2in lo ke gue.."

gue hanya diam..

"okelah gue optimis.." gue memutuskan untuk optimis dan tetap berharap cakka juga suka sm gue.

"oke deh kalo gitu udahan dulu ya,Ik.. Nyokap udah manggil gue,bye Oik.." Ujar Acha lalu memutuskan teleponnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Siang ini gue dijemput lagi sma Cakka.....


"Ik,ntar malem ada acara ga??" tanya cakka.

"ngga emang knapa kka???" tanya gue balik,gue udah biasa skrg manggil dia Cakka ato kka..

"gue mau ngajak lo ke suatu tempat, maukan??"

Gue diam sebentar,,ke suatu tempat??kemana kira2..

"kemana???"tanya gue penasaran

"rahasia donk Ik,.. Mau yaa.. Plissss"

"iya..iya..."

"dandan yang cantik yaa..." ujar Cakka sambil tersenyum,gue hanya ngangguk2 aja.

Malam harinya,Cakka pun datang ngejemput gue,, dia keren bgt.. Pake kemeja putih sm celana jins biru dipaduin sm setelan jas santai gitu.. Cakka ngajak gue kemana sihh?? Penasaran bgt.. Sedangkan gue sendiri pake dress warna pink dengan aksesoris yang sewarna.

"kamu cantik malam ini..." puji Cakka

"sejak kapan kamu pintar gombal??" ujar gue,yang agak sedikit ge'er pas dia bilang kayak gitu.sekarang gue ke cakka udah manggil 'aku-kamu'

"ngga gombal Ik,emang kenyataan."

gue hanya tersenyum malu.. Dan selama kurang lebih 30 menit kita pun nyampe di sebuah taman yang hanya dihiasi 3 lampu taman,tamannya keren bgt.

"suka sama tamannya Ik???" tanya Cakka,gue hanya ngangguk2 aja.

Si Cakka ngajak gue ke sebuah meja yang udah lengkap sama makanan,lilin,dan lain2 dan kalian tau apa makanannya???
Yups,...
This is 'Chocolate Love Cake' cake yang bikin gue Suka sama Cakka.gue hanya memandang Cakka dengan takjub.

"ini,cake kesukaan aku..."ujar gue terharu

"aku tau,,makanya aku sengaja hidangin ini.. Sekalian flashback pertemuan pertama kita, kan gara2 cake ini juga.." ujar cakka sambil nyengir.

"iyaa... Gue inget, emang cake ini enak bgt kka.."

Cakka hanya tersenyum mendengar perkataan gue tadi,sejenak keheningan pun menyelimuti kita berdua..

"aku suka kamu...."

tiba2 Cakka bikin gue kaget dengan perkataannya itu.

"hahahaha... Bercanda kamu boleh juga," ujar gue menutupi kesaltingan(?) gue.

"aku ga bercanda..aku serius,, aku suka kamu bahkan mencintai kamu seperti aku menyukai 'chocolate love cake' ku.. Kamu tuh manis seperti coklat dalam cake itu, kamu lembut kayak krimnya ,dan hati kamu empuk kayak cakenya ga keras dan dingin.."

gue hanya diam mendengar kata2 Cakka.

"itu alasan kenapa aku suka kamu.. Kamu memenuhi semua kriteriaku yang sengaja aku terapkan dalam cake bikinan aku.."

"kamu serius???"tanya gue dengan ragu2.

"iyaaa...." jawab Cakka dengan mantap.

Cakka keliatannya harap2 cemas mau ngedenger pernyataan gue.

"itu tadi,pernyataan ato pertanyaan.." ujar gue.

"pernyataan sekarang pertanyaan aku, kamu mau ga jadi pacar aku?? Jadi 'chocolate love cake' di hati aku???" tanya Cakka, Oh nooo.. Cakka berhasil bikin gue salting..
Gue langsung nganggukin kepala gue sambil senyum..

"makasih Ik, sekarang kita makan kuenya ya.. Ini spesial aku bikinin buat kamu.." ujar Cakka, kita pun makan cake itu dengan penuh kebahagiaan,tanpa sadar gue malah jadi rakus makannya dan krim kuenya jadi belepotan gitu dibibir gue..nahh, pas gue mau ngehapus krim dibibir gue pake tissue,, ekhhh..cakka malah nahan lengan gue dan nyuruh gue buat ngeletakin tuh tissue, dia knapa sih?? Trus gue ngelapnya pake apa coba??? Tiba2 aja Cakka berdiri (kan ceritanya hadap2an gitu duduknya)  dan langsung nyium bibir gue Astaganaga... Gila first kiss gue bokk... Gue belom ngerti sama yang kayak beginian, udah deh gue pasrah aja cakka nyium gue,asli bibir cakka tuh lembut,basah ,dan... Manis kayak coklat di cake buatannya itu, mungkin karna keseringan nyobain cake kali yakkk???
Apalgi Cakka malah megang leher gue kan jadi merinding kka.... :P

Setelah 10 menit berlalu cakka ngelepas ciumannya dari gue,terus dia natap gue dalam,matanya itu lhhooo... Bikin tenggelam..

" I Love U my Chocolate love cake" ujarnya sambil tersenyum.

"Me too..."

berawal dari sepotong cake berakhir jadi sebongkah cinta...
Hahahahaha














The_end